Museum Trinil | Saksi Peradaban Zaman Purba

Selamat pagi sahabat Ngopi! pagi ini buaknitu masih menulis dengan tema yag sama dengan sebelumnya, yaitu sejarah. Tapi yang satu ini sejarahnya sudah lama sekali, sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kalau melihat lamanya waktu, ya pastilah sejarah ini tentang kepurbakalaan. Satu-satunya situs kepurbakalaan yang ada di Ngawi adalah Museum Trinil

Museum trinil terletak di dukuh Pilang, desa Kawu, kec. Kedunggalar, sekitar 14 km ke arah barat dari pusat kota Ngawi. Di sudut tenggara wilayah museum, terdapat sebuah prasasti yang menunjukkan tempat ditemukannya Pithecanthropus 1.

*prasasti yang dibuat oleh Eugene Dubois

Di dalam museum Trinil, banyak sekali tersimpan fosil-fosil puraba sepertiosil tengkorak manusia purba ( Phitecantropus Erectus Cranium Karang Tengah Ngawi ), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).

*suasana dalam gedung museum.

Museum ini juga biasa digunakan sebagai tempat penelitian oeh mahasiswa atau pun badan lain, baik dari dalam maupun luar negeri. Memang nama museum yang satu ini sudah terkenal di mata dunia kepurbakalaan diseluruh dunia. Tapi sayangnya, masyarakat Ngawi yang notabene sebagai tuan rumah dari museum ini, sangat jarang sekali berkunjung ke museum ini. Dan lebih parahnya lagi, taman-taman disekitar museum, malah dijadikan tempat berpacaran oleh anak-anak muda karena tempatnya memang sepi.

Untuk kembali menarik pengunjung, pihak pengelola sudah menata rapi taman-taman disekitarmuseum, sehingga areal museum terlihat bersih, indah, dan asri. Di depan museum juga terdapat pendopo yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat.

Namun masih ada yang kurang, bangunan museum ini menurut saya sudah tidak memadahi. Karena, banyak plafon/atap yang sudah rusak, cat sudah mengelupas dan masih banyak lagi.

Sebenarnya sudah ada rencana pemugaran kembali gedung museum, tapi hingga saat ini belum dilaksanakan, karena, untuk wisata sejarah, yang mengurus bukan pemda, tapi pemprov. Jadi pemda hanya menyediakan lahan dan kemudian pemprov membangunnya.

Kita semua pasti berharap, semoga museum trinil bisa segera dibenahi, dan menjadi tempat favorit wisata agar wilayah museum menjadi ramai dan tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Dan untuk terakhir, saya berikan foto-foto museum trinil….

*patung gajah, penyambut anda bila berkunjung ke museum trinil.

*diorama kepurbakalaan

*taman yang indah dan asri

51 thoughts on “Museum Trinil | Saksi Peradaban Zaman Purba

  1. mengamankan pertamak, hay2 salam kenal juga yhx udah berkunjung ke lapak ane ituh, lho orang ngawi yah ? hehe mbh saya asal Madiun *nggak nyambung

    boleh saran ya : biar poto gampang di load coba disimpen pake save as for web kalo ente pake Photoshop, atau save pake PNG format biar yang fakir bandwith kayak anek loadnya nggak lama, but nais picture sob

  2. pernah kunjung ke sini waktu masih esde kelas berapa ya, lupa, dulu ditengahnya ada fosil binatang raksasa apa gitu,..sekrang kelihatan makin maju, ada taman, ada patung, weh jan sip tenan

  3. Wew, saya baru denger museum ini, sayang ya kl museum yang penting bgitu, bangunannya kurang terawat…

    Orang orang sekarang lebih suka rekreasi ke tempat2 sejenis Dufan, Arung Jeram daripada ke museum…

  4. wah artikelnya bagus mas,kbtulan kmren ane ama rombongan jln2 kobyek sejarah dijwa,sprti trowulan,prmbanan,brobudur,candi songosari,candi jaggu,dll tapi syang gak sempet ke trinil lain kali insya allah kbtulan basic kul sya jg sejarah keguruan.thanks uah mampir diblog saya links udh kepasng slam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s